Makanan dan minuman manis sulit dilepaskan dari keseharian, mulai dari kue hingga minuman dengan gula tambahan. Terlalu banyak mengonsumsi gula tidak hanya berkaitan dengan kesehatan tubuh, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Salah satunya melalui proses yang disebut glikasi atau glycation, yang dapat membuat kulit kehilangan kekenyalannya. Ahli dermatologi bersertifikat, Dr. Whitney Bowe mengatakan, kelebihan gula menjadi salah satu faktor penuaan kulit lebih cepat.
“Saat kita membahas penuaan dini, gula berlebih merupakan salah satu penyebab yang paling sulit disadari,” jelas Bowe, dikutip dari FODMAP Everyday, Senin (5/10/2026).
Proses tersebut terjadi ketika gula yang beredar dalam tubuh berikatan dengan protein penting pada kulit. Istilah sugar sag digunakan untuk menggambarkan kulit yang tampak lebih kendur dan berkerut akibat proses tersebut.
Kondisi ini berkaitan dengan terbentuknya senyawa yang disebut Advanced Glycation End-products atau AGEs. Gula Dapat Memengaruhi Kolagen Kulit Ketika kadar gula dalam tubuh meningkat, molekul gula dapat berikatan secara spontan dengan protein. Proses inilah yang disebut glikasi dan menghasilkan AGEs. Kolagen dan elastin termasuk protein yang terkena dampak proses tersebut. Keduanya berperan dalam menjaga kulit agar tetap kenyal, halus, dan mampu kembali ke bentuk semula. Kolagen kulit juga memiliki waktu pembaruan yang panjang. Menurut artikel FODMAP Everyday, kolagen kulit memiliki waktu paruh sekitar sepuluh hingga 15 tahun, sehingga AGEs dapat terakumulasi dan membentuk ikatan silang yang tidak normal pada serat kolagen. Seiring waktu, perubahan tersebut dapat membuat serat kolagen menjadi lebih kaku dan kehilangan kelenturannya. Kondisi ini kemudian dapat terlihat pada permukaan kulit.
Dermatolog kosmetik, Dr. Patricia Farris menjelaskan bahwa glikasi tidak hanya menyebabkan garis-garis halus pada permukaan kulit. Proses tersebut juga dapat mengubah tekstur dan kepadatan kulit. “Glikasi tidak hanya menyebabkan garis-garis halus pada permukaan kulit, tetapi juga mengubah tekstur dan kepadatan kulit,” ujar Farris, dikutip dari FODMAP Everyday, Senin (5/10/2026).
Tanda yang dapat terlihat antara lain kulit yang lebih kendur di sekitar rahang, bagian bawah pipi yang tampak turun, serta lipatan yang lebih jelas di sekitar mulut. Kulit juga dapat terlihat lebih kusam atau kekuningan.
Cara Memasak dan Paparan Matahari Ikut Berpengaruh Proses glikasi pada tubuh tidak hanya dipengaruhi oleh gula yang dikonsumsi. Cara makanan dimasak dan paparan sinar ultraviolet juga disebut dapat memperbesar paparan terhadap AGEs. Memasak makanan dengan suhu kering yang tinggi, seperti menggoreng, memanggang, atau membakar, dapat menghasilkan AGEs pada makanan. Metode memasak dengan suhu di atas 120 derajat Celsius dapat meningkatkan pembentukan senyawa tersebut. Sebaliknya, metode memasak seperti mengukus, merebus perlahan, dan memasak dengan cairan dapat mengurangi pembentukan AGEs pada makanan. Paparan sinar matahari juga dapat mempercepat proses yang berkaitan dengan penumpukan AGEs pada kulit. Kulit yang terpapar sinar matahari memiliki akumulasi AGEs lebih tinggi dibandingkan kulit yang terlindungi.
![]() |
| Gabung Shopee Affilate |
Sinar ultraviolet dapat meningkatkan radikal bebas pada kulit dan mempercepat proses yang berkaitan dengan glikasi.
Kebiasaan Sehari-hari untuk Melindungi Kulit Mengurangi dampak gula terhadap kulit bukan berarti harus menghilangkan makanan manis sepenuhnya. Ada beberapa perubahan kebiasaan yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi lonjakan gula dan melindungi kolagen. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan manis bersama sumber serat, protein, atau lemak sehat. Kombinasi tersebut disebut dapat membantu mengurangi lonjakan kadar gula yang tajam. Pilihan makanan yang kaya antioksidan, seperti blueberry, teh hijau, dan sayuran berdaun hijau, juga disebut dapat membantu melawan radikal bebas yang berperan dalam proses glikasi.
Selain memperhatikan pola makan, perlindungan terhadap sinar matahari juga menjadi bagian penting. Penggunaan tabir surya spektrum luas setiap hari dapat membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Gunaan produk perawatan kulit yang mengandung antioksidan seperti vitamin C dan niacinamide pada pagi hari. Sementara pada malam hari, retinoid disebut dapat membantu mempercepat pergantian sel dan merangsang pembentukan kolagen baru.
| SPREI KINTAKUN DELUXE 120 T25 ARTHA |
