Minum Teh Setiap Hari, Ini yang Terjadi pada Tubuh Menurut Ahli Gizi

 


Minum teh setiap hari ternyata tidak hanya menjadi kebiasaan untuk menemani waktu santai. Minuman ini juga dapat memberikan asupan antioksidan yang berpotensi membantu menjaga kesehatan tubuh. Teh merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air putih. Jenisnya pun beragam, mulai dari teh hitam, teh hijau, teh putih, teh oolong hingga teh herbal. Menurut ahli gizi dan herbalis Jenna Volpe, RDN, setiap jenis teh memiliki kandungan nutrisi dan manfaat yang berbeda.

Lantas, apa yang terjadi pada tubuh jika minum teh setiap hari? 1. Tubuh mendapat asupan antioksidan Salah satu manfaat utama minum teh secara rutin adalah mendapatkan tambahan antioksidan. Antioksidan membantu melawan radikal bebas, yaitu molekul tidak stabil yang dapat merusak sel tubuh. Dengan begitu, asupan antioksidan dari teh berpotensi membantu melindungi sel dari kerusakan dan mengurangi peradangan.

Teh hijau, teh putih, dan rooibos termasuk pilihan yang kaya akan antioksidan. 2. Bisa membantu menjaga kesehatan jantung Kandungan polifenol dalam teh juga dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk kesehatan jantung. Volpe menjelaskan, konsumsi teh yang kaya antioksidan secara rutin berpotensi mendukung kesehatan jantung dan metabolisme.

Namun, manfaat ini sebaiknya tidak menjadi alasan untuk menambahkan banyak gula ke dalam teh. 3. Mendapatkan EGCG dari teh hijau Teh hijau dikenal sebagai salah satu jenis teh dengan kandungan antioksidan tinggi.

Gabung Shopee Affilate

eh hijau dan teh putih mengandung katekin, salah satu jenis polifenol. Salah satu katekin yang paling banyak ditemukan adalah epigallocatechin-3-gallate atau EGCG.

Senyawa tersebut memiliki sifat antioksidan dan juga menunjukkan potensi antiinflamasi. Kandungan EGCG inilah yang membuat teh hijau banyak diteliti terkait manfaatnya bagi kesehatan. 4. Bisa mendukung metabolisme tubuh Konsumsi teh secara rutin juga berpotensi membantu mendukung metabolisme. Volpe menyebut, teh yang kaya antioksidan dapat memberikan sejumlah manfaat, termasuk mendukung metabolisme tubuh. Meski demikian, teh bukan pengganti pola makan sehat dan aktivitas fisik.

Manfaat yang diperoleh juga dapat berbeda tergantung jenis teh, jumlah yang dikonsumsi, serta kondisi masing-masing orang. 5. Bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan Teh juga dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan pencernaan. Terutama pada teh herbal, manfaatnya dapat berbeda-beda tergantung tanaman yang digunakan. Beberapa jenis teh herbal memiliki kandungan senyawa alami yang berbeda dari teh yang berasal dari tanaman Camellia sinensis.

Karena itu, manfaat teh herbal tidak bisa disamaratakan dengan teh hijau atau teh hitam. 6. Jenis teh menentukan kandungan nutrisinya Tidak semua teh memiliki kandungan nutrisi yang sama. Teh hitam, teh hijau, teh putih, dan teh oolong berasal dari tanaman Camellia sinensis. Perbedaan proses pemanenan dan pengolahannya membuat warna, rasa, kandungan kafein, dan profil antioksidannya berbeda.

Teh hijau dan teh putih cenderung memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi karena mengalami proses fermentasi yang lebih sedikit dibandingkan teh hitam dan teh oolong. Sementara itu, teh herbal memiliki karakteristik yang lebih beragam.

Misalnya, teh dari daun jelatang dan horsetail dapat mengandung sejumlah mineral, sedangkan hibiscus dan rosehip secara alami mengandung vitamin C. 7. Perlu memperhatikan kandungan kafein Meski umumnya mengandung kafein lebih rendah dibandingkan kopi, beberapa jenis teh tetap dapat menyumbang kafein. Sebagai gambaran, sekitar 6 ons atau 177 mililiter teh hitam mengandung sekitar 35,6 miligram kafein.

Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, konsumsi beberapa cangkir teh ditambah minuman berkafein lainnya dalam sehari dapat membuat asupan kafein menjadi cukup tinggi. 8. Sebaiknya jangan terlalu banyak menambahkan gula Cara mengonsumsi teh juga berpengaruh terhadap manfaatnya.

Teh tanpa pemanis menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan teh dengan banyak tambahan gula. Menurut Volpe, teh memiliki sifat antiinflamasi, sedangkan konsumsi gula berlebihan dapat memberikan efek sebaliknya.

Dengan kata lain, menambahkan banyak gula dapat mengurangi keuntungan dari kebiasaan minum teh. 9. Perhatikan jika memiliki masalah kekurangan zat besi Orang dengan kondisi tertentu juga perlu memperhatikan waktu minum teh. Teh mengandung tanin yang dapat berikatan dengan zat besi di saluran pencernaan sehingga mengurangi penyerapannya.

Hal ini dapat menjadi perhatian bagi orang yang mengalami anemia akibat kekurangan zat besi. Karena itu, mereka mungkin perlu memperhatikan jarak antara waktu makan atau konsumsi sumber zat besi dengan minum teh. 10. Berapa cangkir teh yang aman diminum setiap hari? Untuk kebanyakan orang dewasa sehat, sekitar satu hingga empat cangkir teh tanpa gula per hari dapat menjadi jumlah yang aman dan bermanfaat. Namun, kebutuhan setiap orang berbeda. Jenis teh, kandungan kafein, pola makan, serta kondisi kesehatan perlu dipertimbangkan.

Jika ingin mendapatkan manfaat teh secara optimal, pilih teh tanpa tambahan gula berlebihan dan perhatikan total konsumsi kafein dalam sehari. Pada akhirnya, tidak ada satu jenis teh yang paling baik untuk semua orang. Pilihan teh dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

SELIMUT JOVANKA 160 X 200 STARLA



SUMBER : https://www.kompas.com/food/read/2026/10/05/083100875/minum-teh-setiap-hari-ini-yang-terjadi-pada-tubuh-menurut-ahli-gizi?source=wp_terkini


SELIMUT BEDCOVER AKIKO 120 X 190 GRANITY 



Baca Juga :