Perasaan mengantuk dan lesu setelah makan siang sering kali dianggap sebagai hal yang lumrah oleh kebanyakan orang. Kondisi ini kerap disalahkan pada faktor makanan yang baru saja dikonsumsi atau jam biologis tubuh yang sedang menurun. Namun, tahukah kamu bahwa rasa lelah yang intens di siang bolong ternyata dapat menjadi sinyal atau alarm bahwa tubuh sedang mengalami masalah defisiensi (kekurangan) vitamin D?
Kaitan vitamin D dengan kualitas tidur dan energi Kepala Layanan Gizi Klinis dan Dietetik di Aster CMI Hospital, Edwina Raj, menjelaskan bahwa rendahnya kadar vitamin D di dalam tubuh sangat memengaruhi ritme istirahat seseorang. Kurangnya asupan esensial ini secara langsung mengganggu kualitas tidur di malam hari.
![]() |
| Gabung Shopee Affilate |
"Vitamin D memainkan peran penting dalam tingkat energi, fungsi otot, keseimbangan suasana hati, dan regulasi tubuh secara keseluruhan," ungkap Edwina, seperti dikutip Only My Health, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, vitamin esensial ini tidak hanya membantu penyerapan kalsium dan kesehatan tulang, tetapi juga memengaruhi sistem saraf dan otak. Rendahnya tingkat vitamin D sangat erat kaitannya dengan kelelahan kronis, perubahan mood, nyeri tubuh, dan buruknya kualitas tidur malam. Terganggunya fase istirahat inilah yang kemudian dibayar mahal oleh tubuh dengan munculnya rasa kantuk ekstrem pada siang hari.
Memengaruhi zat kimia otak dan kewaspadaan Selain merusak kualitas istirahat malam, kekurangan vitamin D juga berdampak pada penurunan kekuatan otot dan peningkatan peradangan. Saat kadarnya merosot, tubuh akan terasa jauh lebih berat dan lemah, sehingga memperparah rasa lesu setelah jam makan siang. Beberapa studi medis bahkan menunjukkan bahwa vitamin ini turut memengaruhi zat kimia tertentu di dalam otak yang bertugas mengontrol kewaspadaan. Defisiensi nutrisi ini pada akhirnya memicu hilangnya konsentrasi dan kelelahan mental.
Adapun kelompok yang paling rentan mengalami kondisi ini meliputi pekerja di dalam ruangan, mereka yang jarang terpapar sinar matahari pagi, individu yang memiliki kelebihan berat badan, serta kelompok usia di atas 50 tahun.
Jika dibiarkan memburuk, kondisi ini bahkan berisiko memicu masalah penyakit jantung hingga infeksi saluran pernapasan.
| BEDCOVER AKIKO 160 X 200 SPREI FLAT THANIA |
